Friday, December 2, 2016

Unsur-Unsur Rupa Penyusun Irama

Unsur-Unsur Rupa Penyusun Irama
Hay sob,apa kabarnya nih???semoga pada sehat semua ya..oea kali ini saya mau bahas tentang Unsur-Unsur Rupa Penyusun Irama. Nah,pastinya diantara sobat sekalian ada yang pengen cari tau kan,apa aja sih unsur-unsur rupa penyusun irama itu???? 

Apalagi biasanya kalo ada soal dari guru seni budaya tentang unsur-unsur rupa penyusun irama,pasti sobat sekalian pada sibuk cari jawabannya,,Nah biar tau jawabannya,yuk langsung aja kit bahas.

1. Unsur-unsur Seni Rupa

Yang menjadi dasar unsur-unsur karya seni rupa diantaranya adalah titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.

a. Titik

Titik merupakan unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat memberikan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan menjadi garis, bentuk, atau bidang. Pointilisme adalah sebutan untuk teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan warna titik.

b. Garis

Berdasakan  jenisnya, garis bisa dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang, pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral dan Iain-Iain. Dari macam-macam garis dapat menimbulkan kesan yang  berbeda-beda, misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, dan garis spiral berkesan lentur.

Sedangkan berdasarkan wujudnya garis dapat dibedakan menjadi:
  1. Garis nyata, adalah garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung.
  2. Garis semu, adalah garis yang muncul karena adanya kesan balans pada bidang, warna atau ruang.

c. Bidang

Bidang yaitu pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang memiliki sisi panjang dan lebar, serta memiliki ukuran.

d.Bentuk

Bentuk dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:
1. Bentuk geometris
Bentuk geometris adalah bentuk yang terdapat pada ilmu ukur,meliputi:
  • Bentuk kubistis, contohnya balok dan kubus.
  • Bentuk silindris, contohnya, bola,tabung dan kerucut.

2 .Bentuk nongeometris
Bentuk nongeometris berupa bentuk yang meniru bentuk alam, misalnya, hewan,manusia dan tumbuhan.

e.Ruang

Ruang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: 
  1. Ruang dalam bentuk nyata, misalnya ruangan pada patung,ruangan pada kamar. 
  2. Ruang dalam bentuk khayalan (ilusi), misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan.

f. Warna

Warna adalah kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata. Warna dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  1. Warna pokok atau primer, yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun, meliputi warna merah kuning, dan biru.
  2. Warna sekunder merupakan campuran dari warna primer.

Contoh:
biru + kuning     : hijau
merah + biru      : ungu 
merah + kuning : jingga

3. Warna tertier adalah hasil campuran antara warna primer dan warna sekunder.
Contoh:
kuning + hijau    : kuning kehijau-hijauan
biru + ungu        : ungu kebiruan
jingga + merah   : jingga kemerahan
Selain jenis-jenis warna di atas ada juga warna netral, yaitu warna putih dan hitam.

g. Tekstur

Sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada sebuah karya seni rupa disebut tekstur. Setiap benda memiliki sifat permukaan yang berbeda. Tekstur dapat dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu.
Tekstur nyata ialah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan tekstur semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan perabaan.

h. Gelap Terang

Suatu objek bisa memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagiannya. Demikian pula pada karya seni rupa. Seperti lukisan pemandangan alam. Adanya perbedaan intensitas cahaya akan menimbulkan kesan mendalam.

2. Prinsip-prinsip Seni Rupa

Menyusun komposisi suatu bentuk karya seni rupa memiliki beberapa prinsip, yaitu:

a. Kesatuan (unity)

Kesatuan ialah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu sama lain dalam membentuk komposisi yang indah dan serasi. Untuk menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat bervariasi atau berbeda sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan.

b. Keselarasan (harmony)

Keselarasan merupakan hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk maupun warna untuk menciptakan keselarasan.

c. Penekanan (kontras)

Penekanan yaitu kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang berlawanan.Perbedaan  yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan kesan yang tidak monoton.

d. Irama (rhytm)

Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang harmonis.

e. Gradasi

Penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna secara berangsur-angsur disebut gradasi.

f. Proporsi

Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan bagian lainnya secara keseluruhan. Contohnya membandingkan ukuran objek dengan ukuran latar, ukuran tubuh dengan kepala dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.

g. Keserasian

Keserasian adalah prinsip yang digunakan untuk menyatukan unsur-unsur rupa walaupun berasal dari berbagai bentuk yang berbeda.Keserasian bertujuan untuk menciptakan keselarasan dan keharmonisan dari unsur-unsur yang berbeda.

h. Komposisi

Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.

i. Keseimbangan (balance)

Kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan adalah Keseimbangan.

J. Aksentuasi

Aksentuasi adalah unsur yang sangat menonjol atau berbeda dengan unsur-unsur yang ada di sekitarnya.
Nah,itu dia penjelasan tentang Unsur-Unsur Rupa Penyusun Irama. Gimana nih,sekarang sobat udah gak bingung lagi kan???

Nah,cukup sekian dulu nih,semoga artikel ini dapat bermanfaat ya,,!!:)
Previous Post
Next Post
Related Posts

0 comments: